Iman kepada Hari Kiamat

Iman kepada Hari Kiamat


A. Pengertian Iman kepada Hari Kiamat

Salah satu rukun iman yang enam itu adalah hari kiamat. Bagi orang islam mengimani dan yakin suatu ketika nanti dunia fana ini akan hancur lebur, gedung yang menjulang tinggi, gunung yang kokoh , lautan yang luas dan gemuruh manusia yang berkuasa dan sebagainya, semua ini akan hancur lebur rata jadi satu.

Pada hari itu disebut hari kiamat, kehancuran bumi itu karena guncangan yang maha dahsyat, manusia kebingungan dan.pada hari manusia dikumpulkan untuk memperoleh hisab atas segala amal perbuatanya di dunia.

B. Peristiwa sesudah Hari Kiamat

1. Yaumil Barzah 

Setelah manusia mengalami kematian, yaitu ruh berpisah dari jasad, dimana jasad kembali menjadi tanah. Di alam barzah, ruh mengalami peristiwa-peristiwa sebagai berikut :
  • Pemeriksaan malaikat Munkar dan Nakir. Setiap manusia akan diperiksa tentang keimanannya. Apakah dia beriman kepada Allah atau tidak, amal perbuatan manusia yang pertama-tama diperiksa adalah tentang shalat wajib 5 waktu.
  • Nikmat dan siksa kubur. Setelah manusia mengalami pemeriksaan, maka bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh, akan memperoleh nikmat kubur. Sedangkan bagi yang ingkar dan berdosa akan memperoleh siksa kubur. Demikianlah keadaanya berlangsung sampai hari kiamat.

2. Yaumul Ba'as

Kiamat terjadi setelah malaikat meniup ssangkala/terompet pertama, kemudian selang beberapa lama tiupan sasangkala/terompet yang kedua manusia dibangkitkan dari kuburnya. Inilah yang disebut yaumul ba'as atau hari kebangkitan.

Manusia dibangkitkan dalam keadaan yang bermacam-macam , sesuai dengan amalan apa yang telah dilakukanya. Nampak jelas keadaan masing-masing. Tidak ada yang tersembunyi dan ditutup tutupi. Firman Allah swt yang artinya "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka." (QS. Az Zalzalah : 6)

3. Yaumul Mahsyar

Setelah dibangkitkan, kemudian manusia dihalau ke suatu tempat. Semua manusia dikumpulkan di tempat tersebut. Inilah padang mahsyar. Keadaan manusia sangat susah. Tiada naungan kecuali naungan Allah bagi yang dikehendaki Nya. Pada saat itu manusia menerima catatan amalnya. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh bergembira ceria dengan catatan kebaikanya, sebaliknya orang kafir dan berdosa menyesali perbuatan yang telah dilakukanya. Selanjutnya manusia akan dihisab, diperhitungkan amalnya dengan seteliti-setelitinya, untuk memperoleh balasan yang seadil-adilnya 

C. Fungsi Iman kepada Hari Kiamat 

Bahwa manusia dan bahkan alam semesta adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki kekurangan dan keterbatasan. Manusia sendiri selama dunia terbentang, telah terjadi pergantian generasi demi generasi. Timbul dan kemudian musnah digantikan oleh generasi. Demikian pula bumi kita ini, makin lama keadaanya semakin memburuk. Timbul kerusakan dimana-mana sehingga akhirnyapun binasa pula. Firman Allah swt yang artinya : "Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan" (QS. Ar Rahman : 26-27) 

Menyadari bahwa kehidupan dunia akan berakhir dan segenap manusia akan mempertanggungjawabkan amal perbuatanya, maka manusia hendaklah menjadikan kehidupan dunia ini seperti tempat untuk beramal baik agar mencapai kebahagiaan di alam akhirat kelak. Maka iman kepada hari kiamat dapat berfungsi sebagai pendorong untuk : 
  1. Berperilaku baik Tujuan orang yang beriman kepada hari kiamat, sebatas mencapai kebahagiaan dunia semata, melainkan juga untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu yang bersangkutan senantiasa berusaha dan gemar berbuat kebaikan secara ikhlas, agar mendapat ridha dari Allah swt. Tidak ingin dipuji atau menjadikan dirinya sombong kebaikanya itu. Karena hal tersebut akan merugikannya di sisi Allah. 
  2. Berani dalam kebenaran dan rela berkorban. Orang yang beriman kepada hari akhirat, memandang bahwa kehidupan dunia ini adalah jalan untuk mencapai kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat yang abadi. Maka orang tersebut tidak akan ragu-ragu dalam membela kebenaran, bahkan rela berkorban dan mati syahid sekalipun. Karena kematian seperti itu adalah jalan untuk mencapai ridha Allah. 
  3. Memperoleh ketenangan dan ketentraman Orang beriman kepada hari akhir, tetap tentram tidak kecewa apabila kebaikan-kebaikan yang dilakukannya, tidak dihargai orang. Juga tetap sabar dan tabah jika karena kebaikanya malahan menderita dan diperlakukan tidak adil. Karena yang bersangkutan hanya mengharapkan balasan dari Allah swt. Demikianlah , bahwa kiamat itu pasti terjadi. Manusia akan dibangkitkan untuk memperoleh keadilan dari Allah SWT atas segala amal perbuatannya. 

D. Balasan Baik dan Buruk 

1. Yaumul Mizan 

Amal manusia diteliti dan ditimbang di atas neraca keadilan. Inilah yang disebut mizan. Yaumul mizan ialah hari penimbangan amal yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya, tidak ada yang tersembunyi. Manusia tidak ada yang teraniaya sedikitpun, walaupun hanya seberat atom kebaikan atau kejahatan akan memperoleh balasannya. 

Firman Allah swt yang artinya : "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun."(QS. Al Anbiyaa : 47)

Demikian juga Firman Allah swt yang artinya "Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasanya). Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasanya) pula."(QS. Az Zalzalah : 7-8) 

Firman Allah swt yang artinya : "Dan sesungguhnya kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (QS. Al Hajj : 7) 

2. Balasan Perbuatan Baik 

Berbahagialah bagi mereka yang berat timbangan amalnya, karena mereka akan memperoleh kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Firman Allah swt yang artinya : "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikanya) maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan." (QS. Al Qari'ah : 6-7). Banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang menerangkan, betapa bahagianya manusia yang beriman kepada Allah serta banyak berbuat kebajikan di dunia. Mereka akan memperoleh kehidupan surga dengan segala kenikmatannya. 

3. Balasan Perbuatan Buruk 

Sebagian manusia memperoleh kehidupan yang sengsara, karena ringan timbangan amal kebaikanya, lebih besar dosa akibat kejahatannya di dunia. Firman Allah swt yang artinya : "Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikanya) maka tempat kembalinya adalah Hawiyah dan tahukah kamu apa Hawiyah itu? (Yaitu) apa yang sangat panas." (QS. Al Qari'ah : 8-11) 

Banyak ayat-ayat Al Quran menjelaskan tentang betapa menderitanya orang-orang yang ingkar kepada Allah, banyak maksiat, serta enggan menerima kebenaran. Ada yang kekal abadi dalam neraka, ada juga yang bersifat sementara. Firman Allah swt yang artinya "Banyak muka pada hari itu tunduk terhin, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar."(QS. Al Ghasiyah : 2-7)   




Terima kasih sudah membaca Iman kepada Hari Kiamat ,Silahkan bagikan artikel ini Iman kepada Hari Kiamat jika bermanfaat, Barakallaahu fikum
Share on :
 
Comments
0 Comments

Posting Komentar

loading...
 
Support : About | Site Map | Privacy Policy | Disclaimer | Contact Us |
Copyright © 2013. artikelislamiku2.blogspot.com - All Rights Reserved
Di Design Ulang Oleh I Template Blog Published by I Template Blog
Proudly powered by Blogger