Cinta Pekerjaan

Cinta Pekerjaan


A. Ajaran Islam tentang Cinta Pekerjaan

Manusia memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Agar manusia dapat memenuhi kebutuhan tersebut, ia harus bekerja. Semua pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas dan diniati untuk mencari rida Allah, akan memiliki nilai ibadah dan akan mendapatkan pahala.

Jenis pekerjaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan, bakat, dan minat. Seseorang akan merasa senang dan ikhlas dalam melaksanakan suatu pekerjaan apabila pekerjaan itu memang cocok dan sesuai dengan keinginanya. 

Islam menganjurkan pada umatnya agar giat bekerja untuk kepentingan duniawi maupun untuk kepentingan ukhrawi. Kedua kepentingan itu tidak dapat kita pisah-pisahkan dan tidak dapat kita kerjakan dengan berat sebelah . Firman Allah swt yang artinya "Perempuan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."(QS. Al Baqarah : 261) 

Maksudnya ayat diatas menjelaskan bahwa orang yang menafkahkan harta bendanya di jalan Allah dengan ikhlas akan memperoleh pahala yanh berlipat ganda di sisiNya. Untuk memperoleh harta tersebut kita harus giat bekerja. Kemudian hasilnya dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan sebagian dapat diinfakkan pada jalan Allah swt. Dalam membangkitkan semangat kerja para umat islam Nabi Muhammad saw, bersabda yang artinya : "Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan bekerjalah untuk kepentingan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok pagi."(HR. Baihaqi) 

Dengan berpegang pada prinsip yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad di atas, akan menumpuk semangat kerja dan akan menambah kecintaan terhadap pekerjaan. Sebab Allah swt juga berfirman yang artinya : "Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan ) duniawi ...(QS. Al Qasas : 77) 

Manusia harus bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh. Berhasil atau tidaknya pekerjaan terserah kepada Allah sebagai Dzat Yang Maha Kuasa. Untuk itu kewajiban umat islam adalah sebagai berikut: 
  1. Rajin dan giat bekerja, untuk memenuhi kebutuhan hidup 
  2. Meningkatkan inisiatif dan daya kreatif 
  3. Berdoa dan bertawakal pada Allah swt 
  4. Bijaksana dan mengutamakan kerja sama 
  5. Bersyukur atas rahmat dari Allah swt. 
  6. Tidak putus asa dan selalu bersabar dalam menerima kegagalan 

B. Peranan Bekerja dalam Kehidupan 

Manusia tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhanya sendiri. Manusia selalu memerlukan bantuan orang lain. Pada dasarnya orang bekerja selain untuk memenuhi kebutuhanya sendiri juga untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Para pekerja banyak memberikan jasa kepada orang yang membutuhkan jasa kepada orang yang memerlukan. 

Seorang petani yang bekerja diladang untuk menanam padi, yang hasil panennya dapat dijadikan sebagai bahan makanan pokok bagi semua orang. Demikian pula dengan pedagang, ia menjual barang daganganya untuk dibeli oleh orang yang memerlukan 

Dengan demikian kita tahu betapa pentingnya peranan para pekerja di dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Selain itu Allah pun akan memberi imbalan pada mereka yang mengerjakan sesuatu dengan ikhlas. Firman Allah swt yang artinya "...Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik..."(QS. At Taubah : 120). 

Selain itu besar kecilnya peranan seorang pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidupbini juga sesuai dengan besar kecilnya upaya yang mereka kerjakan. Karena pada dasarnya seseorang akan memperoleh hasil sesuai dengan apa yang telah mereka usahakan. Firman Allah swt yang artinya : "Dan bahwasanya seseorang tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakan. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna." (QS. An Najm : 39-40) 

Sebaliknya islam sangat mencela orang yang malas berusaha dan bekerja. Sifat malas selalu mendatangkan kesusahan hidup dan tidak menghasilkan sesuatu. Jika kita suka bermalas-malasan berarti telah menyia-nyiakan waktu. Akibatnya kita menjadi penganggur, miskin harta, pikiran dan serba kekurangan. Sabda Rasulullah saw yang artinya : "Bahwasanya Rasulullah saw mengatakan (dalam doanya) "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada Mu dari sifat-sifat lemah, malas, dan takut (HR. Muslim). 

Hadist tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah telah memberi contoh berdoa agar dijauhkan dari sifat lemah,malas, dan takut. Sifat seperti tersebut sangat merugikan manusia. 

Apabila kita ingin bahagia dan memperoleh nikmat Allah, maka kita wajib berusaha mencari karunia dan rezeki di muka bumi ini. Sebab tidak mungkin rezeki itu datang dari langit tanpa diusahakan. Apabila kita telah berusaha dengan sungguh-sungguh, maka hendaklah bertawakal kepada Allah swt. Dengan demikian cara usaha kita akan memperoleh rida Allah dan bisa berhasil akan bermanfaat pada diri kita dan orang lain.




Terima kasih sudah membaca Cinta Pekerjaan ,Silahkan bagikan artikel ini Cinta Pekerjaan jika bermanfaat, Barakallaahu fikum
Share on :
 
Comments
0 Comments

Posting Komentar

loading...
 
Support : About | Site Map | Privacy Policy | Disclaimer | Contact Us |
Copyright © 2013. artikelislamiku2.blogspot.com - All Rights Reserved
Di Design Ulang Oleh I Template Blog Published by I Template Blog
Proudly powered by Blogger