Pemaaf

Pemaaf


A. Ajaran islam tentang maaf-memaafkan

Pepatah mengatakan , tak ada gading yang tak retak. Demikianlah perumpamaan keadaan manusia yang tak pernah luput dari salah dan dosa. Ada lagi yang mengatakan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Meskipun demikian, janganlah kesalahan dan dosa itu dijadikan hal yang wajar bahkan merupakan suatu kebiasaan.

Agar suatu kesalahan tidak berkepanjangan dan tidak akan menimbulkan rasa dendam pada diri orang lain. Islam mengajarkan agar saling memaafkan. Bagi orang yang merasa bersalah hendaknya cepat-cepat meminta maaf, sedangkan bagi orang yang dimintai maaf juga harus memaafkan dan tidak merasa dendam. Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan persaudaraan dalam bermasyarakat. Firman Allah swt yang artinya : "...Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada, apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An Nur : 22)

Pemaaf adalah sifat yang terpuji. Dengan saling memaafkan akan melatih diri kita untuk menahan hawa nafsu dan amarah. Serta mengingatkan diri kita terhadap kesalahan yang telah kita perbuat, sehingga kita tidak akan mengulanginya lagi. Demikian pula orang yang dimintai maaf, jangan sampai tinggi hati, keras hati dan dendam sehingga tidak mau memaafkan. Sebab orang yang saling memaafkan akan disenangi Allah. Sedangkan orang yang tidak mau memaafkan kesalahan saudaranya akan cenderung timbul sikap sombong. Orang yang sombong dibenci oleh Allah. Sombong merupakan sebagian sikap orang-orang bodoh. Allah berfirman yang artinya "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf , serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS. Al A'raf : 199).

Perintah Allah di atas menganjurkan kepada kita untuk selalu berbuat kebajikan denagn cara suka memberi maaf dan berlapang dada. Di samping itu, supaya kita berpaling dari orang-orang yang bodoh.

Dua ayat di atas memberi pelajaran, bahwa sifat pemaaf adalah dianjurkan oleh agama, sedangkan sifat sombong harus ditinggalkan jauh-jauh. Karena sifat sombong dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Firman Allah swt yang artinya : "(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik pada waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang -orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran : 134).

Begitu pula orang yang dapat menahan amarahnya dan suka memaafkan kesalahan orang lain sangat terpuji di sisi Allah. Karena mereka termasuk orang yang suka berbuat kebajikan dan mentaati  perintah Allah swt. Karena itu hendaklah kita menjadi orang yang suka memberi maaf dan meminta maaf kepada orang lain.

B. Peranan Maaf - Memaafkan dalam Hubungan Antar Manusia

Maaf-memaafkan antar manusia memiliki peranan yang sangat penting. Apabila terjadi suatu kesalahan antara satu orang dengan orang lainnya. Maka hubungan antara mereka akan menjadi renggang dan tidak harmonis. Untuk memulihkan keadaan yang demikian, maaf memaafkan sangat besar peranannya, baik bagi yang berbuat kesalahan maupun bagi orang yang merasa disalahi.

Bagi orang yang merasa bersalah, jika ia sudah meminta maaf, maka ia akan mendapat beberapa manfaat antara lain sebagai berikut
  1. Menjadikan ketenangan dalam batinya. Sebab ia merasa tidak punya beban berbuat salah pada orang lain.
  2. Tidak akan merasa takut atau canggung apabila bertemu dengan orang yang bersangkutan
  3. Sebagai peringatan bagi dirinya, untuk tidak lagi melakukan kesalahan pada orang lain.

Adapun bagi orang yang merasa disalahi atau merasa disakiti, sikap memaafkan itu akan berperan sebagai berikut 
  1. Menghilangkan rasa jengkel dan oerasaan dendam
  2. Menyadari bahwa manusia itu tidak dapat lepas dari salah dan dosa 
  3. Melatih diri untuk menahan hawa nafsu yaitu amarah
  4. Merupakan pelajaran bagi diri sendiri untuk tidak mengikuti perbuatan salah yang telah dilakukan orang. Sebab bagaimanapun yang namanya kesalahan itu akan membawa kerugian pada orang lain. 
Sabda Nabi SAW yang artinya "Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : "Bukan seorang yang kuat itu, yang kuat bergulat. Tetapi orang yang  sungguh kuat itu orang yang dapat menahan hawa nafsunya ketika marah." (HR. Bukhari Muslim)


Apabila terjadi khianat, maka seseorang harus segera meminta maaf kepada orang yang dikhianati . Caranya bisa langsung di hadapan orang yang dikhianati, maupun lewat media seperti telepon dan surat. Permintaan maaf hendaknya dilakukan dengan sopan dan berjanji tidak mengulangi kesalahanya lagi di waktu-waktu berikutnya.

Setiap manusia hendaknya selalu terbatas dari kesalahan dengan sesamanya. Sesungguhnya Allah tidak akan memaafkan kesalahan seseorang kepada sesamanya sebelum sesamanya memberi maaf kepadanya. Jadi permohonan maaf kepada Allah harus dilakukan setelah meminta maaf kepada manusia terlebih dahulu.

C. Permohonan Maaf kepada Allah swt

Selain berhubungan dengan sesamanya, manusia juga berhubungan dengan Allah sebagai zat Pencipta dan Penguasa. Dalam berhubungan dengan Allah ini manusia tidak akan dapat terlepas dari berbuat salah dan dosa. Penyebab salah dan dosa kita pada Allah itu adakalanya kita tidak menjalankan perintahNya, atau karena kita melanggar apa yang telah menjadi larangan-larangan Nya. Akan tetapi kita tahu bahw Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba-Nya yang mau bertaubat

Oleh karena itu , islam menganjurkan bagi setiap orang yang lalai sehingga ia berbuat dosa pada Allah agar cepat bertaubat. Maka hendaklah segera memohon ampunan Nya, niscaya Allah akan mengampuninya. Firman Allah swt yang artinya "...Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, agar supaya kamu beruntung."(QS. An Nur : 31).

Allah akan menerima taubat kita dan akan mengampuninya apabila kita dapat memenuhi beberapa persyaratan 
  1. Setelah bertaubat tidak boleh melakukan maksiat lagi
  2. Merasa benar-benar menyesali perbuatan dosa tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
  3. Memperbanyak beramal shaleh sebagai perimbangan dari perbuatan dosa yang telah dilakukan.

Firman Allah swt ya.g artinya "Hai orang -orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan - kesalahan kamu..." (QS. At Tahrim : 8).

Permohonan maaf kepada Allah yang diiringi dengan tidak melakukan lagi dosa-dosa yang pernah dilakukan, itulah yang dinamakan tobat nasuha, yakni tobat yang sebenar-benarnya.

Tobat nasuha sangat penting bagi kehidupan sesorang. Terutama untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Sebab tanpa tobat, dosa-dosa seseorang tidak akan dimaafkan walaupun senantiasa meningkatkan amal baiknya. Justru akan menjadi sia-sia amal-amal tersebut, sebab salah satu syarat diterimanya amal kebajikan harus mengakui kesalahan yang dilakukannya. Cara dengan bertobat yang benar-benar dan barulah diikuti dengan peningkatan amal kebajikan.




Terima kasih sudah membaca Pemaaf ,Silahkan bagikan artikel ini Pemaaf jika bermanfaat, Barakallaahu fikum
Share on :
 
Comments
0 Comments

Posting Komentar

loading...
 
Support : About | Site Map | Privacy Policy | Disclaimer | Contact Us |
Copyright © 2013. artikelislamiku2.blogspot.com - All Rights Reserved
Di Design Ulang Oleh I Template Blog Published by I Template Blog
Proudly powered by Blogger